saat jarak menjadi pembatas antara perasaan yang didera, serasa semua goyah..
hidup tak lagi bergairah..
satu-satunya yang ingin direngkuh adalah kehangatan masa-masa kebersamaan kita..
satu-satunya yang ingin kudekap adalah ahrum tubuhmu yang menelusup masuk ke rongga hidung ini..
yang selalu aku tangisi..
yang selalu aku sesalkan..
mengapa semua ini bagaikan musim yang tak akan berganti..
semilir angin senja, selalu membawaku dalam namamu yang lekat-lekat telah aku sematkan untuk hidupku..
serasa badai yang menerpa wajahku kala aku kembali pada kenyataan ini..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar