teriknya matahari yang membakar sela-sela keramaian kota membuncah kala siang itu teriakan anarkis dari masyarakat yang bergerombol menolak kenaikan bahan bakar. ya, akhir-akhir ini sering kudapati pemandangan seperti ini, namun tak mengurungkan niat ku untuk ke tempat tujuanku siang itu. secepat kilat aku membelokkan skuter menjauhi gerombolan itu.
panas yang menyengat cukup membasahi punggung ku yang menantang matahari siang itu.tak berapa lama setelah mengikuti lorong dan celah sempit di belakang pasar tradisional aku sampai di tempat tujuanku.
akhirnya, aku bisa kembali merasakan ketenangan di tempat ini. ya, sudah 3 tahun terakhir aku sering berkunjung ke rumah singgah ini. tidak banyak yang berubah sejak aku pertama kali datang dan bergabung dengan beberapa mahasiswa dan beberapa pendonor harta mereka di rumah singgah ini. ini adalah tempat kami biasa berkumpul dengan anak-anak jalanan dan kurang mampu yang tidak sempat mengenyam bangku sekolah. beragam umur dan sikap dari anak-anak inilah yang sering mengisi hari-hariku. hari ini aku bertugas berbagi ilmu dengan mata perlajaran bahasa inggris.
Nara, salah satu murid asuhan ku dengan berlari kecil menghampiriku, ada kantong es cendol di genggamannya. aku tersenyum sambil menyeruput es cendol di genggamannya.
sore menjelang ketika aku menyelesaikan tugasku hari itu. sedikit mendung di langit sore. ada Pak Ihwan dan Bu Delima yang berkunjung hari itu, tampak bercengkerama dengan ketua rumah singgah. aku hanya berpapasan dengan mereka dan tersenyum sambil meminta pamit.
tempat ini begitu lekat untuk ku beranjak, banyak juga kenangan yang aku rasakan selama 3 tahun terakhir, kecuali 1 tahun terakhir..
disini, di tempat ini di sela-sela gelak canda anak-anak yang aku bimbing, ada tawa ku juga yang menghiasi setiap waktu yang mempertemukan aku kepada seseorang yang begitu lekat dalam hidupku.
dialah Fajar, seseorang yang dulu kucintai dan dia juga mencintaiku. namun sekarang bukanlah waktu seperti dulu, seperti waktu aku dan dia saling memiliki satu sama lain.
aku duduk di tepian meja depan ruangan ku berbagi ilmu. ada cahaya mentari yang menelusup sela-sela bangunan yang padat sore itu.
sudah setahun terakhir sejak Fajar pergi dari kehidupanku. dia telah bersama wanita nya yang baru, merangkai kisah baru. begitu mudah dia melewati ini semua. seperti tanpa luka, ia menikmati hidup, bahkan telah berkisah dengan wanita lain. berbeda dengan apa yang aku rasakan. aku masih terpekur dalam hampa yang merenggut tiap-tiap hariku. aku hanya bisa menatap fajarku yang dulu dari jauh, dari sela-sela hingar-bingar kehidupan
teruntuk Fajar ku .
begitu mudah luka yang aku tancapkan padamu kau lewati tanpa erangan pilu.
maafkan aku atas apa yang aku lakukan, cintamu memang tiada dua.
namun, baru ku sadari sekarang, setelah aku dan kamu mengambil jalan sendiri-sendiri.
kesalahan terbesar ku adalah, melalaikan seluruh perhatianmu dan membiarkan cinta yang lain masuk ke dalam kehidupan kita, hingga engkau tersisih.
aku mohon, ajari aku bagaimana bertahan seperti kamu, melewati hari-hari tanpa kenangan yang mengiris derik-detik hariku
ajari aku tetap kuat meski tak lagi dalam dekapan hangatmu.
sunggguh aku tak pernah rela kamu dengan wanita-wanita mu itu.
namun, aku bukanlah siapa-siapa lagi untukmu.
fajar, engkau begitu hangat. dalam diam aku merindukanmu..
Selasa, 17 September 2013
Ketika Perasaanku Meluap
kita bergandengan tangan dalam gerimis tipis yang membasahi kota kala itu. beriringan di tengah gemericik rintik-rintik yang mulai jatuh deras. kita tiba di cafe dimana tempat biasa kita kunjungi berdua. kamu kibaskan rambutmu yang basah sambil tersenyum, tak lama setelah kita duduk disisi jendela, jadilah aku dan kamu bisa mendapati padatnya jalan raya menuju senja. masih dengan keadaan canggung, aku mengamati wajahmu, ada sebuah tanda tanya besar yang aku sembunyikan. menemukan kamu kembali, sebuah kebetulan atau jawaban atas do'a-do'a yang selalu aku panjatkan ketika merindukan bayangmu. rupanya kamu menyadari sifatku kala itu, aku tak kan pernah menyangka bahwa kamu menggenggan erat sela-sela jemariku. aku hanya bisa menyunggingkan senyumku, ada perasaan yang bergelayut diam-diam menghampiri nalarku. ada getaran yang berharap bahwa ini semua bukanlah perasaan yang keliru, aku berbesar hati tentang ini, bukanlah hal biasa-biasa yang kamu lakukan untukku. aku berharap ada sesuatu yang istimewa hari ini, sekarang ini. aku berhadapan dengan kamu, menghabiskan segelas lemon tea hangat dan sepotong puding bersama mu. ayolah, perasaan ini telah menjarah seluruh syaraf, belum juga kamu bercerita apa maksudmu untuk pertemuan kali ini. aku dalam kegelisahan ini, sedangkan kamu masih nampak biasa-biasa saja. aku mungkin bukanlah hal yang spesial lagi seperti dulu, seperti kita pacaran. lalu apa salah sampai detik ini aku selalu berharap agar kita kembali seperti dulu? hanya aku yang merasakan hal ini? ataukah kamu juga?
kamu memperlakukan tanpa batasan seperti dulu, bukankah kita hanya berteman biasa saja saat ini.
ah, baru kusadari ini hanyalah sebuah tragedi, aku dengan kepercaya dirian yang terlalu berlebihan hingga menganggap ini semua hal luar biasa. ya, aku buru-buru sadar akan hal itu, lalu seperti biasa, aku akan kembali ke kenyataan, mendengar semua bualan dan cerita-cerita omong kosongmu itu.
dan seperti biasa, kamu selalu bisa membangkitkan syarafku untuk selalu berharap lebih dan lebih tentang hari ini dan hari-hari sebelumnya.
lalu, apa maksud ini semua. aku yang diam-diam mengagumimu, dengan semua sifat yang melekat kuat, serta karakter yang walaupun tak ada ubahnya. masih aku tunggu, aku nantikan..
bisakah aku berpaling sekarang, berlari dan menangis di tengah derasnya hujan agar kau tak tau betapa aku merindukan ini.
keadaan berbalik, kini kau berganti mendengarkan kau, entah akupun tak tau apa yang aku ocehkan di hadapnmu. hingga aku sadari mulut mu menganga dan berdiri.
aku mendelik mata ke atas, melihat kamu masih dengan keheranan. aku diam menunduk dengan menitikpusatkan penglihatanku pada sepotong puding yang masih bersisa.
entah bagaimana, kamu mendekap aku kuat-kuat, orang lain yang berada di sekitar kita bersorak sorai bertepuk tangan dengan pandangan takjub atas ocehanku barusan.
apa yang barusan aku ucapkan?
lupakan semua itu, sekarang aku dan kamu kembali menyatu seperti dulu. bahagiaku dan bahagiamu. memperbaiki semua kesalahpahaman yang pernah kita lewati. mengukir kembali namamu dan namaku dalam lembaran baru.
Kamis, 05 September 2013
Initial
aku tidak pernah tau kapan cinta akan datang dan pergi, namun aku tidak pernah takut untuk beriringan dengan takdir cinta yang akan membawa aku dalam cinta yang lain..
apa yang membuat kita bahagia lakukan. hidup ini sekali.
cinta ada dimanapun kita berada, bahkan di tempat dan waktu yang tak pernah kita duga..
aku dan kamu telah menjadi kenangan bagai abu yang tertiup angin..
namun bukan berarti aku tidak pernah bersedih lagi akan kenangan yang tak akan pernah kita wujudkan bersama, juga bukan berarti aku telah berdiri kuat dengan senyum sempurna atas kepergianmu..
tak semudah itu memang..
tapi setidaknya aku masih dengan khayal dan angan tentang kamu, bagikan warna-warni..
begitu kamu hadir dengan kamu yang khas dalam benakku tiada lagi isakan yang mengiringi aku dengan keasyikan ku bercengkerama dengan kamu..
semua begitu tampak nyata bagiku, walaupun aku hanya menghadirkan kembali kisah kita yang telah lalu..
dengan atau tanpa kamu aku belajar bahwa kehidupan ini akan membuat aku lebih dewasa..
tak ada yang mampu merubah setiap objek kenangan yang ingin selalu aku ingat, yaitu kamu..
begitu berartinya hingga tak ada yang menggantikan kamu dihatiku..
tiada yang lain..
tetap satu nama Y dihatiku..
apa yang membuat kita bahagia lakukan. hidup ini sekali.
cinta ada dimanapun kita berada, bahkan di tempat dan waktu yang tak pernah kita duga..
aku dan kamu telah menjadi kenangan bagai abu yang tertiup angin..
namun bukan berarti aku tidak pernah bersedih lagi akan kenangan yang tak akan pernah kita wujudkan bersama, juga bukan berarti aku telah berdiri kuat dengan senyum sempurna atas kepergianmu..
tak semudah itu memang..
tapi setidaknya aku masih dengan khayal dan angan tentang kamu, bagikan warna-warni..
begitu kamu hadir dengan kamu yang khas dalam benakku tiada lagi isakan yang mengiringi aku dengan keasyikan ku bercengkerama dengan kamu..
semua begitu tampak nyata bagiku, walaupun aku hanya menghadirkan kembali kisah kita yang telah lalu..
dengan atau tanpa kamu aku belajar bahwa kehidupan ini akan membuat aku lebih dewasa..
tak ada yang mampu merubah setiap objek kenangan yang ingin selalu aku ingat, yaitu kamu..
begitu berartinya hingga tak ada yang menggantikan kamu dihatiku..
tiada yang lain..
tetap satu nama Y dihatiku..
Langganan:
Postingan (Atom)