Walaupun keadaan tak pernah berpihak pada kamu akan apa
yang kamu upayakan untuk hadir di dalam hari-hariku itu sudah membuatku
merasakan cukup bahagia.
Aku jelas-jelas tak bisa menyalahkan pada waktu dan
keadaan yang ada. Kehadiran kamu begitu membawa angin kesejukan dan mewarnai
hari-hariku yang jauh dari kekasih.
Entah apa yang mampu melonggarkan perasaanku untuk
menerima kehadiran kamu, aku tahu ini salah. Aku masih dimiliki orang lain yang
juga tak bisa aku lepaskan. Namun kehadiran kamu mampu membuat aku lupa akan
dia yang sudah lebih dulu aku miliki. Bertepatan dengan hari-hariku yang lelah
akan penantian kembalinya dia dari pekerjaan, dengan lancang pula perasaanku
bahagia akan hadirnya kamu dalam hari-hariku.
Sekian lama kita tak pernah bertemu, aku memperhatikan
tingkahmu yang mampu membuat aku
terhibur dikala jenuh akan hari-hariku. Seolah aku sedang jatuh cinta dengan
membayangkanmu saja dadaku berdetak lebih keras saat membayangkanmu. Rasanya aku
sudah lama tak merasakan begitu kuatnya akibat dari jatuh cinta.
hari kehari semakin bertumbuh yang namanya jatuh cinta ini kepada kamu. Namun ini salah.
hari kehari semakin bertumbuh yang namanya jatuh cinta ini kepada kamu. Namun ini salah.
Aku sudah mengungkapkan bahwa aku tidaklah sendiri . ada
orang lain diluar sana yang memiliki aku dan aku memilikinya..
Namun kamu bertahan, lagi-lagi aku terpesona sekaligus
merasa bersalah. Tetap saja akhirnya kita menyatukan ini semua. Diam-diam dalam
sebuah hubungan yang tak tahu arah dan tujuan.
Sekali lagi, entah niatnya baik ini tak akan pernah
berhasil. Kamu dan aku tahu akan itu tapi tetap saling menjalankan peran
masing-masing dalam hubungan semu ini.
Aku pernah meminta mu untuk menyerah, namun usahamu
begitu membuatku goyah dan membiarkan kamu tetap masuk dalam hubungan aku dan
dia..
Semakin dalam perasaan ini mengalir, semakin kuat pula
rasa penyesalan akan hadirmu. Namun aku tak pernah menampik bahwa kamu begitu
mewarnai hariku yang kelabu.
Satu hari yang kita habiskan bersama begitu indah namun
juga begitu menyiksa batinku.
aku tak akan meminta lebih banyak lagi, sudah cukup hari-hariku begitu indah dan salah. Akhirnya tuhan jua yang menunjukkan yang mana jalan yang terbaik untuk kita berdua, aku cukupkan hari-hari indah itu cukup sampai disini. Kamu memang yang mampu membuat hari-hariku berwarna namun tak akan ku pertahankan lama. Bukan yang terbaik yang kita jalankan saat ini. Kamu bukan lah sebaik yang aku kira dan aku juga bukanlah orang yang baik untuk kamu dan kurasa bukan aku pula yang harus menjalankan peran ini lagi untuk kamu.
aku tak akan meminta lebih banyak lagi, sudah cukup hari-hariku begitu indah dan salah. Akhirnya tuhan jua yang menunjukkan yang mana jalan yang terbaik untuk kita berdua, aku cukupkan hari-hari indah itu cukup sampai disini. Kamu memang yang mampu membuat hari-hariku berwarna namun tak akan ku pertahankan lama. Bukan yang terbaik yang kita jalankan saat ini. Kamu bukan lah sebaik yang aku kira dan aku juga bukanlah orang yang baik untuk kamu dan kurasa bukan aku pula yang harus menjalankan peran ini lagi untuk kamu.
Semakin salah pula jika semakin hari perasaan ini terus
bertumbuh untuk kamu..
Aku memilih untuk mengakhiri semua ini, aku kembali pada
apa yang aku miliki sebenarnya. Namun ada perasaan sakit yang terselip di
relungku, kamu pergi begitu saja tanpa ungkapan berarti. Setidaknya aku tahu
ini sudah berakhir dan aku tak perlu merasakan serba salah pada perasaanku
sendiri. Kepergianmu mengembalikan kelabu hari-hariku, namun satu yang aku
tahu, aku hanya mencintai dia yang lebih dulu mencintaiku, yang cintanya
ternyata lebih besar dari cinta yang lain..