Senin, 15 Juli 2013

Dia yang Setianya terbalaskan

Dia begitu menawan hati banyak pria, posturnya berperawakan langsing tinggi semampai berambut panjang terurai. panggil saja Diana, Diana seorang perempuan berusia 25 tahun yang hidupnya penuh dengan gemerlap dunia beserta huru-haranya. aku mengenalnya beberapa bulan lalu, saat ia menyewa salah satu kost-kostan punya Ruby teman 1 kampusku dikota ini.
diana adalah sosok yang periang juga ramah, setidaknya itu pendapatku. berbeda dengan pendapat ruby yang seringkali mencemohnya dan beranggapan bahwa diana adalah perepuan penggoda dan genit. aku hanya tersenyum dan tak menggubris komentar Ruby. suatu hari aku sedang duduk diteras rumah Ruby sambil mendengarkan musik melalui headset ipodku. aku melihat Diana terhuyung-huyung datang dipapah oleh seorang pria bernama Beny, Beny memang seoarng yang kerapkali mengantar jemput Diana saat pergi bekerja. aku hanya diam sambil menatapi mereka heran, sedangkan Beny tersenyum meringis menyela permisi dihadapnku saat dia melewati aku menuju kamar Diana. Aku hanya cuek bebek dan tetap duduk disana sambil menunggui Ruby diteras.
Diana adalah sosok yang bekerja sebagai PSK di kota ini, dia ayu lagi manis, namun tuntutan ekonomi yang menghimpit keluarganya di pulau Jawa membawanya mengembara ke kota ini hingga ia rela bekerja demi uang dan keluarga nya sebagai seorang PSK. Diana pernah bercerita tentang kehidupannya kepadaku, termasuk apa yang menjerat nya dan pekerjaannya sekarang yang selalu menjadi candu baginya. wajar saja setiap hari ia harus kejar setoran kepada induk semang yang menjadikan ia sebagai PSK. akhir-akhir ini aku tahu bahwa Beny adalah seorang yang ditugaskan oleh Mucikari Diana untuk mengawasi Diana, itulah kenapa Beny lah yang siap tugas antar jemput diana dimanapun Diana berada.
tempatku memang selalu disini, nongkrong diteras Ruby sambil berceloteh dan sesekali mengerjakan tugas mata kuliah kampus bersamanya, Ruby sering menyindirku untuk menjauhi Beny dan Diana, namun aku tak pernah menggubris kalimat-kalimat cemooh Ruby, bagiku mereka tidak semenjijikan apa yang selalu orang-orang dan Ruby katakan. Mereka juga punya nurani, seperti makhluk ciptaan Tuhan lainnya. hanya pergaulan mereka saja yang berbeda.
suatu hari Beny datang untuk menjemput Diana seperti biasanya, namun dalam keadaan sedikit gusar, aku yang kebetulan sedang duduk sambil membaca di teras bertanya tentang keadaan Beny yang sedang aku saksikan. Dari cerita Benylah aku tahu bahwa Diana sakit dan Diana seringkali datang berkonsultasi ke dokter kandungan untuk memeriksakan rahimnya. Ada semacam virus yang menyerang rahimnya.Kenyataan lainnya adalah aku tahu bahwa Beny menyimpan perasaan yang tulus terhadap Diana, namun setiap Beny mengutarakan isi hatinya, Diana pikir bahwa Beny dalam keadaan melucu dihadapannya, itulah kenapa sampai saat ini Diana tak pernah tahu bahwa Beny menunggu dalam kesetiannya. Beny pernah mengutarakan bahwa ia ingin menikahi Diana dan memulai hidup dengan rejeki yang halal, bahkan ia ingin mengobati penyakit Diana, Beny siap. Beny pernah bercerita bahwa ia menabung untuk Diana, penyakitnya dan kehidupan mereka kelak di hadapan Diana namun Diana tak pernah menanggapinya serius. Ada rasa yang juga mampu aku rasakan sebagai pria yang menyayangkan kemolekan kekasih dinikmati orang lain, miris yang tak mampu diungkapkan kepada Diana, setidaknya itulah yang dipendam Beny.
2 minggu setelah Beny bercerita dihadapanku tempo hari, aku menemukan Beny dan Diana di RS. mereka sedang asyik bercanda sesekali berceloteh tak karuan.Hari itu adalah jadwal cek up Diana. yang aku tahu Diana sekarang sudah berhenti dari pekerjaan nya sebagai PSK. Dan Beny lah yang membantu membebaskan Diana dari jeratan Mucikari. Aku sengaja datang untuk ikut mendukung pengobatan yang rutin Beny lakukan untuk Diana. Hari itu aku berniat pamitan kepada Beny dan Diana, dikarenakan aku harus ikut pelatihan kerja di luar kota. Tak lama setelah kami asyik mengobrol dan bercanda, nama Diana di panggil, dari hasil laboratorium, dan rontgen dokter mengatakan bahwa Diana bisa sembuh dengan rutin melakukan pengobatan dan berkonsultasi, nampak disana wajah binar Diana dan Beny, termasuk aku. Beny sontak melamar Diana untuk yang kesekiankali nya dihadapanku dan dokter. Diana yang akirnya sadar bahwa tulus nya kesetiaan Beny yang selama ini menunggu jawaban darinya terharu, dan menyambut niat Beny untuk menikahinya.
Dua bulan setelah kejadian dirumah sakit itu aku dikabari Ruby bahwa mereka telah menikah dan hidup bermasyrakat dengan orang-orang sekitarnya, sekarang tiada lagi Diana yang sering menjadi buah bibir dan cenooh orang-orang, meskipun tidak banyak yang mampu menerima Diana tapi aku yakin Beny mampu melindungi Diana. Satu kesetiaan yang kadang hadir tanpa memandang fisik, dan tingkatan sosial. Itulah Beny yang setianya dibalas Diana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar